Cinta adalah anugerah dari Tuhan yang maha esa yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Cinta antara laki-laki dan perempuan telah ada sejak manusia pertama turun ke dunia hingga sekarang. Cinta merupakan bumbu penyedap hidup yang sementara ini yang dapat memberikan kebahagiaan yang sejati.
Cinta memang dapat membawa suka dan juga dapat membawa duka bagi orang-orang yang merasakannya. Berbagai problema cinta tercipta dari yang ringan hingga yang berat seperti naksir, cinta pada pandangan pertama, cinta bertepuk sebelah tangan, cinta segi tiga, cinta monyet, cinta harta, cinta palsu, cinta laura, dan cinta-cinta lainnya yang membuat dunia ini begitu menarik.
Menurut saya cinta itu adalah sesuatu yang sakral yang sebaiknya tidak bermain-main dengannya. Bermain cinta memang menyenangkan bagi sebagian orang. Akan tetapi dampak buruk atau efek yang dapat ditimbulkan bagi orang yang cintanya dimainkan akan sangat tidak menyenangkan.
Untuk itulah maka hargai cinta dan hormati cinta agar kita maupun orang lain di sekitar kita tidak terluka karena cinta.
"Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu." (Kolose 3:16)
Jumat, 12 November 2010
Kamis, 11 November 2010
KATA-KATA CINTA UNGKAPAN HATI
![]() |
Karna aku sayang kamu
Aku juga gak mau kehilangan kamu
Aku harap kita akan slalu bersama
Walaupun aku banyak kekurangan yang mungkin mengecewakan kamu
Tapi yang pasti
Aku gak mau jauh dari kamu
***
Baru sebentar saja kau bergegas meninggalkanku
Rasa rindu padamu kini bersarang di benakku
Cinta itu anugrah yang tak mungkin mudah tuk melepaskannya
Walau seribu rintangan
Tak gentar ku untuk menjalani semua denganmu
***
Aku hanya ingin habiskan malamku denganmu
Aku hanya ingin mendengar suaramu
Aku ingin mendengar ucapanmu yang mampu tenangkan aku
***
Ku petik daun tuk ku jadikan kertas
Ku patahkan ranting tuk ku jadikan pena
Ku teteskan airmata tuk ku jadikan tinta
Lalu kutulis bahwa..
Aku sayang kamu
***
Kemanakah kan kucari ketenangan hati
Ketika kau beranjak pergi
Karna hingga saat ini kau belum juga kembali
Kemanakah ku temukan jatidiri
Ketika semua penantian ku tiada berarti..
***
Sepi..
Aku hanya berteman sepi
Menikmati indah bayangmu disini
Sendiri..
Ku terperangkap seorang diri
Menyusuri langkah kaki
Hilang..
emua kan hilang dan takkan kembali lagi
***
Aku gak tau
Kenapa makin hari aku makin sayang sama kamu
Aku makin takut kehilangan kamu
Aku pengen terus bersama kamu
***
Ku tau, aku bukan yang terbaik
Aku takkan bisa menjadi seperti yang kau inginkan
Dan mungkin cintaku tak sempurna
Tapi,
aku hanya ingin menjadi bagian dari barisan kisahmu
***
Ku jadikan kau yang kedua
Bukan berarti tak cinta
Aku dan dia hanya sementara
Tak perlu lagi kau pertanyakan
hatiku hanya untukmu
Berikan waktu jadikan engkau satu-satunya..
***
Kenapa aku sayang sama kamu
Cinta sama kamu
Setelah aku jauh dari kamu??
***
Kamu datang aku nangis
Kamu pulang aku nangis
Apa akan kaya gini terus?
***
Tak henti kumenangis
Tak henti hatiku bersedih
dan tak henti kumeratapi waktu yang tersisa
Hanya untukmu
Tapi ku tak tau sampai kapan ini terjadi
***
Seandainya kau tau
Ku tak ingin kau pergi
Meninggalkan ku sendiri bersama bayangmu
***
Memang kita tlah jauh rasanya
Memang kita sudah tak bersama
Jika memang kita ditakdirkan tuk bersama selamanya
Cinta takkan kemana..
***
Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu.. bahagiaku pasti
Berbagi, takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
***
Andai engkau ada disini
Ku kan slalu menjaga dan mencintaimu
Andai kau tercipta untukku
Kan kurangkai kisah terindah hanya untukmu
I Love U..
***
Satu yang kuminta yakini dirimu
Hati ini untukmu
Semua yang kulakukan untukmu
Lebih dari sebuah kata cinta untukmu
Kamis, 04 November 2010
Pemarah dan Bersabar
~ Mario Teguh
Sikap Kita Menentukan Segalanya
Beberapa tahun yang lalu, ada seorang yang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat, dan sedang menanti di ruang tunggu bandara ketika dia membaca sebuah puisi yang dimuat di sebuah majalan.
akhirnya dia percaya, bahwa secara keseluruhan puisi ini merangkum peranan kita dalam mencapai masa depan yang sukses.
SIKAP
Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!
akhirnya dia percaya, bahwa secara keseluruhan puisi ini merangkum peranan kita dalam mencapai masa depan yang sukses.
SIKAP
Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!
Senin, 01 November 2010
Semua Milik Tuhan
Seorang pria yang adalah jemaat bertemu seorang pendeta yang adalah gembala sidangnya di jalan. Bapak pendeta yang baik ini pun berinisiatif untuk mengajak jemaatnya ini makan malam. Setelah makan malam selesai, Pak pendeta pun dengan gembira membayar tagihannya.Sebelum mereka berpisah, terjadi percakapan singkat diantara mereka.
Jemaat: "Pak Pendeta, saya tidak akan berterima kasih untuk makanan yang sudah Bapak belikan."
Pak Pendeta: "Lho, memang kenapa?"
Jemaat: "Karena semua yang Bapak Pendeta punya sebenarnya adalah milik-Nya Tuhan!"
Pak pendeta pun hanya senyum kecil tanpa meresponi perkataan jemaat tersebut. Mereka bersalaman dan berpisah. Suatu waktu mereka bertemu lagi di jalan. Terdorong rasa lapar, jemaat ini berinisiatif untuk mengajak Pak Pendetanya ke restoran yang sama untuk makan malam.
Jemaat: "Bapak Pendeta, saya lapar nih, kita ke restoran yang kemaren kita kunjungi lagi yuk?"
Pak Pendeta pun berpikir sebentar. Lalu dengan senyum ramahnya dia pun menjawab.
Pak Pendeta: "Maaf ya Bapak, karena uang dan segala yang saya miliki adalah milik Tuhan, jadi saya akan tanya Tuhan dulu apakah boleh saya makan di restoran itu lagi bersama Bapak."
“…Karena: "bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan." 1Co 10:26
Jemaat: "Pak Pendeta, saya tidak akan berterima kasih untuk makanan yang sudah Bapak belikan."
Pak Pendeta: "Lho, memang kenapa?"
Jemaat: "Karena semua yang Bapak Pendeta punya sebenarnya adalah milik-Nya Tuhan!"
Pak pendeta pun hanya senyum kecil tanpa meresponi perkataan jemaat tersebut. Mereka bersalaman dan berpisah. Suatu waktu mereka bertemu lagi di jalan. Terdorong rasa lapar, jemaat ini berinisiatif untuk mengajak Pak Pendetanya ke restoran yang sama untuk makan malam.
Jemaat: "Bapak Pendeta, saya lapar nih, kita ke restoran yang kemaren kita kunjungi lagi yuk?"
Pak Pendeta pun berpikir sebentar. Lalu dengan senyum ramahnya dia pun menjawab.
Pak Pendeta: "Maaf ya Bapak, karena uang dan segala yang saya miliki adalah milik Tuhan, jadi saya akan tanya Tuhan dulu apakah boleh saya makan di restoran itu lagi bersama Bapak."
“…Karena: "bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan." 1Co 10:26
Perasaan KU
” Aku mencintai hidupku apa adanya”
Langganan:
Postingan (Atom)


